PERASAAN ITU,
datang dan pergi,
meleraikan ikatan antara akar-akar dan bibit-bibit kasih yang baru bercambah subur,
yang akhirnya kasih, sayang dan cinta itu telah sampai kepada noktahnya.
PERASAAN ITU,
mudah disembunyikan dari lirikan mata-mata paparazi,
mudah diselitkan di celah-celah kepingan hati,
ukiran senyuman diatas wajah hipokritisme itu mampu memerangi lara hati yang terluka.
TAPI,
perasaan itu,
akhirnya memakan diri,
menanggung seratus beban,
menyingkap seribu dendam,
menggapai sejuta tangis,
hanya untuk menampal hasrat hati yang tersirat dalam sebuah hati yang tersurat.
PERASAAN ITU,
menghalang aku untuk menikmati lembaran indah,
menghindarkan hati mennyelami erti sebuah kebahagiaan ,
menghentikan debaran cinta untuk terus bersemarak di antara salju rindu.
DAN AKHIRNYA,
hanya dambaan pilu yang bertakhta dipelusuk jiwa,
sehingga menyebabkan,
jantung tidak berdegup lagi menanti percikan hujan-hujan kebahagiaan,
kaki kaku jauh di sudut kasih,
mata hanya mampu mengintai dari tirai jendela hati yang kosong,
bunga-bunga cinta itu akhirnya layu di pusara kalbu.
HATI,
hanya mampu membiarkan perasaan indah itu singgah lalu pergi,
mengukir secarit luka,
merantai seutas benang rindu,
yang entah bila akan putus akhirnya.
No comments:
Post a Comment