Kadang-kala,
Keindahan itu tidak semestinya indah,
Bila mana di antara bilur-bilur keindahan itu,
Terselit parut-parut halus yang hanya bisa ditafsirkan dan diungkapkan dengan hati,
Kenapa dan mengapa ia boleh terukir diantara anyaman dua hati.
Kadang-kala,
Kebahagiaan itu tidak semestinya bahagia,
Bila mana di antara titik-titik kebahagiaan itu,
Terselit duri-duri halus yang mampu menyuntik dan menyebarkan bisanya racun yang dianggap madu,
Bila mana mata hati sudah tidak mampu menilai,
Yang mana kaca,
Yang mana intan,
Yang mana permata,
Bila mana telinga jiwa sudah tidak mampu membezakan,
Yang mana suara hati,
Yang mana suara nafsu,
Yang mana suara akal.
Hanya kekeliruan yang tinggal di situ bila mana minda sudah dikelirukan oleh perasaan aneh yang timbul di setiap sudut kalbu.
Kadang-kala,
Cinta itu tidak semestinya mencintai,
Bila mana nafsu sudah menjadi raja,
Bila mana diri sudah menjadi hamba.
MENYELAMI GURINDAM JIWA RASA BAHAGIA SEMAKIN TERASA, MENYELAMI GURINDAM JIWA RASA RINDU SEMAKIN BERTAKTHA. SATUKAN HATI, SATUKAN JIWA, SATUKAN RAGA DALAM SATU KATA.
Thursday, February 12, 2009
Tuesday, February 10, 2009
'Dia' yang dirindui
Subscribe to:
Posts (Atom)
